Home / Daerah / Hukum

Kamis, 24 Oktober 2024 - 22:08 WIB

Segera Rampungkan Berkas,  Polisi Tetapkan IS dengan Pasal 340 dengan Ancaman Hukuman Mati

oplus_0

oplus_0

Lenterarakyat.id — Buntut dari penangkapan tersangka pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Nia Kurnia Sari (NKS) ditetapkan dengan pasal pembunuhan tersangka oleh Kepolisian Resor Pariaman.

Berdasarkan pendalaman yang dilakukan penyidik, kata Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir di Polsek 2*11 Enam Lingkung, Rabu, 23 Oktober 2024, pasca rekonstruksi dan juga petunjuk jaksa penelity dalam kasus tersebut, penyidik berkeyakinan bahwa perbuatan IS atau IN Dragon telah memenuhi unsur sebagaimana yang diatur dalam pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

“Ancaman hukumannya seumur hidup,” tutur Faisol kepada wartawan usai pres rilis kasus pencurian yang juga dikakukan oleh IS dan dua rekannya beberapa waktu lalu.

Saat ini, penyidik dalam proses merampungkan berkas perkara In Dragon untuk segera diberikan ke Jaksa Penuntut Umum.

“Sedang dirampungkan penyidik, secepatnya kita limpahkan ke kejaksaan,” ucap dia.

Baca juga  Hukum Tajam Kebawah dan Tumpul Keatas

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pariaman menilai tersangka Indra Septiaman (IS) memiliki niat membunuh gadis penjual gorengan Nia Kurnia Sari (NKS) yang ditemukan tewas terkubur tanpa busana di Nagari Guguak, Kecamatan 2*11 Kayu Tanam, Padang Pariaman beberapa waktu lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman, Bagus Prayoggo menyampaikan, berdasarkan hasil rekonstruksi serta pendalaman yang dilakukan oleh pihaknya terkait fakta fakta dan barang bukti dari kejahatan yang dilakukan IS diduga kuat memenuhi unsur sebagaimana yang diatur dalam pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

“Memang kami tim peneliti melihat sepertinya ada potensi perencanaan yang dilakukan oleh tersangka. Dan didalam petunjuk yang kami berikan ke penyidik ya itu antara lain adalah untuk megembangkan dugaan perkara ini ke arah pasal 340,” tuturnya di Pariaman, Rabu (16/10/2024).

Lebih lanjut Bagus mengatakan, unsur perencanaan pembunuhan yang dilakukan oleh IS terhadap NKS terlihat dari pendalam fakta dan bukti pasca rekonstruksi dilakukan oleh penyidik Kepolisian.

Baca juga  Bupati Pasaman Adakan Seminar Pemberian Nama RS Pada HUT Pasaman ke-78

Bagus menerangkan, ada beberapa fakta yang didapat terkait dugaan perencanaan pembunuhan yang dilakukan IS atau In Dragon ini terhadap korban sebelum peristiwa nahas ini terjadi.

“Memang sebelum itu sudah pernah ketemu juga. Namun pada hari H kemarin sempat membeli juga gorengan saat diwarung. Tersangka sempat berfikir juga lalu mengambil tali,” terang Bagus.

Dengan demikian, Bagus menegaskan pihaknya  berkomitmen akan segera menyelesaikan kasus ini ketahap persidangan bilamana berkas perkara tersangka IS sudah dinyatakan lengkap atau P-21. Untuk saat ini tambah dia, berkas perkara IS masih dalam tahap penyempurnaan oleh penyidik di Polres Padang Pariaman.

“Kita masih menunggu berkas perkaranya sesuai dengan petunjuk yang telah kita berikan ke penyidik,” jelasnya.

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Satpol PP Bukittinggi Amankan PSK Melalui Aplikasi Chating Viral

Daerah

Unand Padang Resmi Menyandang Status PTNBH

Daerah

Bupati Agam Lantik Disdukcapil Baru

Hukum

Masih Bertali Pusar, Bayi Malang ini Ditemukan Mengambang

Daerah

Tingkatkan Kualitas Generasi Muda, Unand Bekali Banyak Ilmu Untuk Mahasiswa

Daerah

Pokdar Kamtibmas Jadi Narasumber di Talkshow Lentera Rakyat Official Bahas Kamtibmas 

Covid-19

Bersinergi Dengan Polri dan Pol PP, Ketua Pokdar Kamtibmas Bukittinggi Sosialisasikan PPKM

Daerah

Hadiri Khatam Al Quran, Marfendi Harapkan Santriwan dan Santriwati Untuk Terus Belajar