Home / Peristiwa

Senin, 24 Juni 2024 - 20:10 WIB

Kapolda Sumbar Klaim Tak Ada Saksi dan Bukti Atas Tudingan Penganiayaan Remaja Oleh Polisi

Lenterarakyat.id – Baru-baru ini peristiwa kematian remaja SMP bernama Afif Maulana yang diduga dianiaya polisi di Sungai Jembatan Kuranji Padang menyita perhatian publik. Sontak Kapolda Sumatera Barat menepis tudingan tersebut.

Irjen Pol Suharyono mengaku menyelidiki keterlibatan anggota kepolisian dalam insiden itu. Pada saat penyampaian keterangan pers yang digelar di Mako Polresta Padang, turut dihadirkan barang bukti berupa senjata tajam hingga motor  milik almarhum Afif.

“Bisa kita lihat alat-alat yang digunakan mereka untuk tawuran. Jika polisi ketika malam itu tidak bergerak cepat, kemungkinan akan menimbulkan korban jiwa lebih banyak lagi,” katanya.

Setiap malam minggu sampai paginya, petugas memang rutin melaksanakan patroli cipta kondisi berdasarkan surat perintah yang sah, imbuhnya.

Bersamaan dengan itu, di saat anggota Polri ini melaksanakan kegiatan pencegahan dan penanggulangan sebagai akibat tawuran, maka pihaknya sudah melerai dua kelompok massa yang akan melakukan tawuran.

Baca juga  Forkom Pasutra Pasaman Barat Resmi di Bentuk

“Nah, di dalam massa yang sedang melakukan rencana aksi tawuran ini, salah satunya adalah yang diduga atas nama Afif Maulana,” tuturnya.

Terkait video yang viral di  media massa menjustifikasi seolah-olah polisi di sini bertindak salah dan telah menganiaya seseorang hingga merenggut nyawa orang lain.

“Itu tidak ada saksi dan tidak ada bukti sama sekali. Bahkan di dalam penyelidikan terhadap 18 (remaja) yang diamankan, itu tidak ada satu pun nama Afif Maulana. Yang dibawa ke Polsek Kuranji lalu diserahkan ke Polresta Padang dan dibawa ke Polda Sumbar,” ungkapnya.

Disisi lain, sebelum peristiwa penemuan mayat Afif sekitar pukul 11.55 WIB siang, menurut keterangan saksi Aditia yang memboncengkan Afif Maulana, dirinya diajak masuk ke sungai untuk mengamankan diri dari kejaran polisi.

Baca juga  Laka Lantas di Tol Jombang, Dua Orang Tewas

“Masuk ke sungai ini sudah ada keterangan dari Aditia. Bahwa memang almarhum Afif Maulana memang berencana akan masuk ke sungai. Menceburkan diri ke sungai,” jelasnya.

Kendati demikian, apa yang disampaikan (video viral) masih didalami. Kemudian masih berupaya untuk mendapatkan pemilik akun untuk diperiksa, sejauh mana yang bersangkutan mengetahui peristiwa itu.

“Sementara 30 anggota Ditsamapta Polda Sumbar yang terlibat di dalam penegakan hukum terhadap pencegahan tawuran, sudah kami periksa selama dua hari. Kami dalami seperti apa duduk permasalahannya,” katanya.

“Perlu pembuktian dan penyelidikan yang akurat. Jadi tidak bisa kita katakan sesuatu itu terjadi tanpa fakta. Ini perlu diluruskan. Saya selaku Kapolda akan sangat bertanggungjawab kalau ada oknum anggota terlibat dalam penyimpangan itu. Kami masih berproses ini secara eksternal,” tegasnya. (DA)

 

Share :

Baca Juga

Daerah

BAPENDA Propinsi Sumbar (SAMSAT Bukittinggi) Bekerja Sama dengan Lantas Bukittinggi Gelar Razia Pajak Kendaraan

Peristiwa

Warga Sijunjung Dibuat Panik Penemuan Mortir Aktif Dilahan Perkebunan

Peristiwa

Tindak Lanjuti Kasus Bullying Siswi SMP di Bogor, Polisi Periksa 14 Saksi

Peristiwa

Babak Baru Dugaan Kasus Bantuan Gempa Malampah, Masyarakat Tunggu Kejelasan Hukum

Peristiwa

Kecelakaan Tunggal Tewaskan Guru dan Pegawai SMP

Bencana

Diduga Korban Hanyut di Batang Tapakis, Nelayan Temukan Sosok Mengambang Dilaut Pariaman

Peristiwa

Nelayan di Padang Temukan Jasad Bayi dalam Kondisi Memprihatinkan

Peristiwa

Sempat Dikabarkan Menghilang, Seorang Pria di Pasaman Barat Ditemukan dalam Kondisi Membusuk